Penyakit jantung sering dibayangkan sebagai penyempitan pembuluh darah koroner, serangan jantung, atau pemasangan stent.
Padahal, gangguan pada jantung juga bisa muncul dari irama detaknya, bukan hanya aliran darah. Kondisi inilah yang dikenal sebagai aritmia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Kardiovaskular BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo, Dr. dr. Simon Salim, menjelaskan salah satu aritmia yang paling sering ditemukan adalah fibrilasi atrium (atrial fibrillation/AF).
Menurut Simon Salim, kondisi ini membuat irama jantung menjadi tidak teratur dan dapat terjadi pada siapa saja.
Tidak Selalu Bergejala
Yang membuat fibrilasi atrium sering luput dari perhatian adalah tidak semua orang yang mengalaminya merasakan gejala.
Karena itu, gangguan irama jantung ini bisa berlangsung tanpa disadari oleh penderitanya.
Fibrilasi atrium dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Pemahaman soal aritmia menjadi penting agar gangguan irama jantung tidak selalu dikaitkan hanya dengan penyempitan pembuluh darah atau serangan jantung.

