Serigala raksasa (Aenocyon dirus) pernah mendominasi padang rumput Amerika Utara pada Zaman Es.
Predator ini hidup di wilayah luas Amerika Utara dan sebagian Amerika Selatan, muncul ratusan ribu tahun lalu, lalu menghilang sekitar 13.000 tahun silam.
Tubuh kekar, tengkorak besar, dan rahang kuat membuatnya mampu berburu hewan besar pada masanya. Mangsa yang diburu antara lain kuda purba, bison, dan unta.
Nama "serigala raksasa" membuat banyak orang mengira hewan ini sekadar versi lebih besar dari serigala abu-abu. Namun, DNA purba mengungkap cerita yang berbeda.
Cabang Evolusi yang Berbeda
Studi yang diterbitkan pada 2020 menunjukkan serigala raksasa termasuk dalam cabang evolusi berbeda dalam keluarga Canidae. Posisinya sangat berbeda dari serigala abu-abu, coyote, dan anjing domestik.
Kedua garis keturunan itu berevolusi secara independen selama jutaan tahun meski penampilan mereka relatif mirip. Karena itu, para peneliti memakai nama genus Aenocyon sebagai pengganti klasifikasi lama.
Kemiripan tersebut menjadi contoh menarik evolusi konvergen.
Dua garis keturunan hewan yang tidak terkait tetap dapat mengembangkan sifat serupa saat beradaptasi dengan gaya hidup yang sama.
Penampilan serigala raksasa yang mirip serigala bukan karena ia nenek moyang langsung serigala abu-abu. Kemiripan itu muncul karena keduanya pernah memiliki peran ekologis yang serupa.
