⌂ Home › News › Paramount Bebas Denda, Akuisisi Warner Bros Discovery Kini Terbuka
News

Paramount Bebas Denda, Akuisisi Warner Bros Discovery Kini Terbuka

Logo Paramount dan Warner Bros dalam konteks akuisisi
Paramount Bebas Denda, Akuisisi Warner Bros Discovery Kini Terbuka
A A Text Size16px

Paramount resmi merampungkan sengketa antitrust dengan 12 Jaksa Agung negara bagian Amerika Serikat. Penyelesaian ini membuka jalan bagi akuisisi Warner Bros.

Discovery yang sempat terganjal.

Kesepakatan tersebut menghindarkan Paramount dan CEO David Ellison dari denda keterlambatan sebesar US$7 juta per hari. Denda berpotensi membengkak jika transaksi melewati batas waktu 1 Oktober.

Negosiasi berlangsung pada akhir pekan 19–20 September menurut laporan Bloomberg.

Empat negara bagian yang sebelumnya menolak—Massachusetts, New York, Connecticut, dan Minnesota—akhirnya bergabung setelah menilai biaya perkara tidak lagi sepadan tanpa keterlibatan California.

Sebagai kompensasi, keempat negara bagian memperoleh jaminan pembentukan dewan editorial independen untuk mengawasi operasional CBS dan CNN.

Komitmen Operasional dan Finansial Paramount

Dalam kesepakatan yang mengikat secara hukum, Paramount berkomitmen mempertahankan pusat operasional di California. Perusahaan juga dilarang menjual aset tanah Paramount Studios maupun Warner Bros.

selama minimal lima tahun.

Paramount diwajibkan mengucurkan investasi produksi film di Amerika Serikat sebesar US$300 juta per tahun, dengan total mencapai US$1,5 miliar.

Perusahaan juga harus merilis sedikitnya 30 judul film ke bioskop setiap tahun. Sanksi denda US$30 juta per film akan dikenakan jika target penayangan gagal dipenuhi.

Laporan itu turut menyebutkan skenario pelepasan kepemilikan saham di studio Miramax apabila Paramount tidak sanggup mencapai target produksi.

Pengawasan independen melalui dewan pihak ketiga akan dibentuk guna menjamin netralitas editorial CNN dan CBS News di bawah struktur kepemilikan baru.

CEO Paramount David Ellison menyampaikan apresiasi kepada para Jaksa Agung, Gubernur Newsom, serta Writers Guild of America (WGA) atas negosiasi yang berjalan iktikad baik.

"Tujuan bersama kami adalah hasil yang paling melayani konsumen, pekerja, dan yang terpenting, komunitas kreatif yang sangat vital bagi seni penceritaan visual.

Kami yakin perjanjian ini melakukan hal itu, dengan mengabadikan serangkaian komitmen yang mencakup 30+ film setiap tahun dan perluasan produksi film AS untuk membantu menghidupkan kembali industri kami di sini," kata Ellison.

Dinamika Akuisisi dan Penolakan Publik

Langkah akuisisi ini melewati persaingan sengit sebelum mencapai tahap akhir. Paramount yang dipimpin David Ellison berhasil mengungguli kesepakatan awal Netflix lewat penawaran pengambilalihan senilai US$110 miliar.

Proses tersebut juga diwarnai upaya hukum Paramount terhadap Warner Bros. Discovery untuk menahan pergerakan Netflix.

Meski memenangi perebutan akuisisi, langkah Paramount memicu reaksi dari kalangan industri film.

Keterlibatan pendanaan dari dana kekayaan negara Timur Tengah serta kepastian komitmen distribusi bioskop menjadi sorotan utama penolakan.

Aktor Mark Ruffalo secara terbuka mendesak Jaksa Agung Rob Bonta melalui platform X untuk membatalkan kesepakatan tersebut sambil melampirkan dukungan petisi publik.

"Jangan berani @AGRobBonta, jangan menyerah. 5670 pembuat film mempertaruhkan nyawa mereka untukmu melawan merger ini.

75.000+ lainnya dan terus bertambah telah menandatangani untuk memberitahumu agar tidak mengalah hanya dalam 3 minggu.

Kamu bekerja untuk rakyat — orang-orang yang akan dirugikan jika kamu membiarkan kesepakatan buruk yang penuh janji kosong ini berlanjut.

Tolak kesepakatan ini. Rakyat tidak menginginkannya!"

ujar Ruffalo.

Rampungnya sengketa antitrust ini menempatkan Paramount di posisi strategis sebagai salah satu distributor film terbesar di Hollywood.

Saat ini seluruh perhatian industri tertuju pada realisasi komitmen investasi US$1,5 miliar, rilis 30 film tahunan, serta tata kelola independen media berita yang dijanjikan usai merger tuntas sepenuhnya.

About the Author
Anna Suleta

Anna Suleta

🔗 Related Post
📰 Latest Updates