⌂ Home News Perempuan Alami Kanker Kulit Akibat Sinar UV Manicure
News

Perempuan Alami Kanker Kulit Akibat Sinar UV Manicure

Ilustrasi wanita melakukan manicure dengan lampu UV
Ilustrasi wanita melakukan manicure dengan lampu UV
A A Text Size16px

Seorang perempuan didiagnosis menderita kanker kulit stadium awal yang diduga kuat berkaitan dengan kebiasaannya menjalani perawatan kuku menggunakan lampu sinar ultraviolet (UV).

Kisah medis ini menjadi viral di media sosial Threads setelah dibagikan oleh akun @rizqafputri pada Senin (1/6/2026).

Pasien tersebut dikenal telaten merawat kuku dan rutin melakukan manicure setiap tiga minggu sekali selama kurang lebih 18 tahun.

Lesi abnormal mulai muncul di punggung tangannya dan semakin memburuk dalam setahun terakhir dengan gejala kemerahan, kulit menebal, permukaan kasar, hingga bersisik.

Tim medis kemudian melakukan biopsi dan menemukan dua lesi termasuk kanker kulit tahap sangat awal (Squamous Cell Carcinoma/SCC in situ), serta satu lesi lain berupa actinic keratosis (AK) yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV.

Kecurigaan dokter diperkuat oleh pola penyebaran benjolan yang tidak biasa pada punggung tangan pasien.

Tips Aman Melakukan Manicure

Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, mengatakan masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari perawatan manicure.

Langkah pencegahan utama adalah membatasi paparan radiasi sinar UV pada area kulit di sekitar kuku selama proses kosmetik.

“Untuk mengurangi risiko, sebaiknya gunakan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 hingga 50 pada seluruh punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum prosedur manicure dimulai,” ujar dr. Darma.

Alternatif lain, konsumen bisa menggunakan sarung tangan khusus anti-UV yang bagian ujung jarinya bolong, sehingga hanya area kuku yang terbuka.

“Atau gunakan sarung tangan khusus anti-UV yang bagian ujung jarinya bolong, jadi hanya membuka area kuku saja,” tambahnya.

About the Author
📰 Latest Updates