⌂ Home News PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk Ekspansi Infrastruktur Digital 2026
News

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk Ekspansi Infrastruktur Digital 2026

Ilustrasi infrastruktur digital PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Ilustrasi infrastruktur digital PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
A A Text Size16px

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengoptimalkan ekspansi bisnis infrastruktur digital nasional sepanjang tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui penguatan konektivitas domestik dan internasional.

Lonjakan trafik data, percepatan transformasi digital, serta adopsi teknologi baru seperti Wi-Fi 7, 5G, cloud computing, dan kecerdasan artifisial menjadi pendorong utama.

Hal tersebut disampaikan dalam laporan Investor Daily.

Fokus pada Konektivitas Domestik dan Internasional

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Muhammad Arif menjelaskan bahwa perseroan memanfaatkan tahun sebelumnya untuk memperkuat tata kelola internal.

Hal ini bertujuan mempercepat ekspansi bisnis yang lebih terukur.

“Kami memandang 2025 sebagai momentum penguatan fondasi operasional dan tata kelola.

Penguatan jaringan domestik dan penyelesaian jaringan ring Jabodetabek menjadi bekal penting bagi INET untuk merespons peluang pasar secara cepat dan efisien,” ujar Muhammad Arif.

Perseroan kini memfokuskan pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta–Batam–Singapura melalui anak usahanya, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI).

PFI bermitra dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP).

Melalui perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), PFI memegang hak penggunaan infrastruktur kabel bawah laut Rising-8 pada segmen Tanjung Pinggir di Batam hingga Tanah Merah di Singapura.

Ekspansi ini memperkuat layanan IP Transit Internasional, International Private Leased Circuit (IPLC), hingga Exchange Content.

Sementara itu, pasar domestik diperluas melalui jaringan fixed broadband di kota lapis kedua, ketiga, dan kawasan suburban.

Untuk mendukung eksekusi tersebut, INET mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang menyediakan 35 ribu tenaga kerja teknis.

Tenaga kerja ini digunakan untuk instalasi jaringan fiber to the home (FTTH) di Jawa, Bali, Lombok, hingga Kalimantan Barat.

Melalui PT Garuda Prima Internetindo (GPI), perseroan juga mengembangkan layanan FTTH berbasis Wi-Fi 7 untuk pasar korporasi.

Pendekatan yang digunakan adalah relationship-based marketing serta kampanye digital untuk pasar konsumen.

Perseroan memisahkan layanan end-user melalui PT Data Prima Solusindo. Langkah ini bertujuan menjaga hubungan bisnis dengan mitra internet service provider (ISP) agar tidak terjadi benturan kepentingan.

“Langkah ini memastikan mitra B2B tetap nyaman berbisnis dengan INET karena tidak ada benturan kepentingan. Kami ingin tumbuh bersama industri,” kata Muhammad Arif.

Manajemen perseroan menegaskan komitmen untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui disiplin eksekusi proyek dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal ini demi mencetak kinerja positif jangka panjang.

About the Author
📰 Latest Updates