⌂ Home News Mojtaba Khamenei: Tatanan Regional Baru di Timur Tengah Telah Terbentuk
News

Mojtaba Khamenei: Tatanan Regional Baru di Timur Tengah Telah Terbentuk

Mojtaba Khamenei menyampaikan pernyataan tentang tatanan regional baru di Timur Tengah
Mojtaba Khamenei menyampaikan pernyataan tentang tatanan regional baru di Timur Tengah
A A Text Size16px

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa tatanan regional baru di Timur Tengah telah terbentuk. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (28/5/2026) dan dilansir dari Bloombergtechnoz.

Menurut Khamenei, kondisi pasca perang telah berubah total. Perubahan ini membuat pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut tidak lagi berada dalam posisi aman.

"Tidak bisa memutar waktu dan negara-negara dan wilayah di kawasan ini [Timur Tengah] tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan-pangkalan AS," ujar Khamenei.

Pernyataan tertulis itu dirilis saat momentum ibadah haji di Arab Saudi. Khamenei menekankan bahwa wilayah Teluk Persia kini mengalami pergeseran peta kekuatan.

Teheran menilai situasi terbaru telah melemahkan posisi AS. Selain itu, situasi ini membangun efek jera yang memaksa negara-negara Arab untuk berdampingan dengan Iran.

Ketegangan dan Negosiasi

Di sisi lain, ketegangan militer sempat meningkat. Teheran menerapkan strategi menyerang balik negara kawasan yang menjadi basis sekutu.

Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar dilaporkan telah mendesak Presiden AS Donald Trump untuk segera menggelar negosiasi.

Tujuannya untuk mengakhiri pertempuran.

Saat ini, Washington dan Teheran mengisyaratkan adanya peluang kesepakatan sementara. Kesepakatan itu untuk memperpanjang gencatan senjata.

Pembicaraan lanjutan rencananya akan membahas program nuklir Iran. Selain itu, peninjauan sanksi ekonomi dari pihak AS juga akan dibahas.

Dinamika diplomasi ini terus diuji oleh sejumlah bentrokan bersenjata. Bentrokan masih terjadi di lapangan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Pihak Washington menegaskan bahwa proses negosiasi berjalan dengan tenggat waktu yang ketat. "Beberapa hari," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS.

Rubio juga memberikan peringatan keras.

Ia mengatakan Presiden Donald Trump siap menarik diri dari meja perundingan jika AS tidak mendapatkan poin-poin kesepakatan yang menguntungkan.

About the Author
📰 Latest Updates