Klub asal Bolivia, Bolivar, dipastikan gagal melangkah ke babak sistem gugur Copa Libertadores. Mereka menderita kekalahan mengejutkan 1-3 saat menjamu Independiente Rivadavia pada laga krusial.
Pertandingan penentu tersebut terpaksa dipindahkan ke Stadion Tahuichi Aguilera di Santa Cruz.
Situasi wilayah La Paz yang sedang mengalami pemblokiran membuat Bolivar kehilangan keuntungan bermain di markas utama mereka.
Hasil minor ini memaksa tim berjuluk La Academia Paceña tersebut finis di peringkat ketiga.
Mereka harus puas dengan tiket hiburan berupa babak repesca atau playoff Copa Sudamericana demi menyelamatkan musim kompetisi internasional mereka.
Skuat asuhan Independiente Rivadavia tampil lebih dominan dan cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan di Santa Cruz. Mereka memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah melalui skema serangan balik yang mematikan.
Bek tengah asal Ekuador, Xavier Arreaga, harus bekerja ekstra keras di lini belakang. Ia kerap kali kedapatan salah posisi bersama rekan-rekan pertahanannya ketika mengantisipasi transisi cepat tim tamu.
Gaya bermain taktis dari klub Argentina tersebut berhasil mengeksploitasi ruang kosong yang ditinggalkan para pemain bertahan Bolivar. Bolivar tampil sangat agresif demi mengincar kemenangan mutlak.
Bolivar harus turun ke babak playoff Copa Sudamericana setelah menelan kekalahan 1-3 dari Independiente Rivadavia di Stadion Tahuichi Aguilera.
