Pertumbuhan pesat sektor kecerdasan buatan mendorong saham teknologi ke rekor tertinggi.
Hal ini dipicu penerapan sistem AI generatif yang menghasilkan teks, gambar, video, dan audio dengan menganalisis data dalam jumlah besar.
Grand View Research memproyeksikan industri AI generatif tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk 40,8% antara 2026 dan 2033.
Proyeksi ini membuat penyedia perangkat keras utama seperti Nvidia dan Broadcom tetap menarik bagi investor.
Investor yang ingin mengurangi risiko saham individual dapat mempertimbangkan Roundhill Generative AI & Technology ETF (CHAT).
Diluncurkan pada Mei 2023 sebagai dana AI generatif pertama, CHAT mengelola aset US$1,75 miliar dan berisi 43 saham.
Nvidia menjadi kepemilikan terbesar di CHAT sebesar 7,06%, diikuti Alphabet 6,56%, dan AMD 5,70%.
Dana ini juga mengalokasikan 5,29% ke SK Hynix, 5,24% ke Micron, dan 4,04% ke Samsung.
Sejak diluncurkan, CHAT naik hampir 240%, jauh melampaui kenaikan S&P 500 sebesar 76% dan Nasdaq sebesar 106%.
Permintaan besar untuk unit pemrosesan grafis, chip memori bandwidth tinggi, dan peralatan jaringan pusat data mendorong kenaikan ini.
Biaya dan Kinerja CHAT
Dana yang dikelola secara aktif ini membebankan rasio biaya 0,75% untuk menjaga eksposur seimbang ke penyedia infrastruktur AI dan pembeli teknologi.
Sebagai perbandingan, Invesco QQQ ETF yang dikelola secara pasif membebankan biaya lebih rendah 0,18% sambil melacak indeks Nasdaq-100.
Invesco QQQ ETF telah naik sekitar 36% sejak peluncuran CHAT tiga tahun lalu.
CHAT menawarkan kendaraan langsung untuk menangkap pertumbuhan pasar AI tanpa harus memilih produsen chip atau perusahaan teknologi besar secara individual.
Roundhill Generative AI & Technology ETF memberikan cara diversifikasi bagi investor untuk meraih keuntungan dari ekspansi besar pasar kecerdasan buatan.
