Minggu, 26 Mei 2019

Pengurus HMI Komisariat Janabadra Periode 2019-2020 Resmi Dilantik

Foto bersama seusai pelantikan pengurus HMI Komisariat Janabadra periode 2019-2020 (Foto: HMI UJB)
SINERGIANEWS.COM, Yogyakarta - HMI Komisariat Janabadra Cabang Yogyakarta menggelar prosesi Pelantikan dan Serah Terima Jabatan di ruang II.3 lantai 2 Kampus Fakultas Hukum Universitas Janabadra, Jum’at (24/5/2019). Acara tersebut menandakan berakhirnya masa kepengurusan HMI Komisariat Janabadra periode 2018-2019 yang dipimpin oleh Ilham Singgih Prakoso, S.H. Mulainya masa kepengurusan periode 2019-2020 yang baru dipimpin oleh Raiza Rana Viola Riady.

Proses ini bukanlah proses yang instan, tentu saja melalui tahap yang panjang yakni melalui jalur RAK (Rapat Anggota Komisariat). Mulai dari masa pembahasan tata tertib, dilanjutkan laporan pertanggungjawaban, pembahasan sidang komisi hingga pemilihan formateur/ketua umum periode 2019/2020. Selain itu, menandai bahwa estafet kepengurusan HMI Komisariat Janabadra akan menjadi arah yang baru kedepannya.

Tema yang diusung saat pelantikan yakni “Membangun Kesadaran Berorganisasi Melalui Semangat Pengetahuan Demi Mempertahankan Nilai-Nilai Ke-HMI-an”. Dilantiknya tujuh orang pengurus oleh Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, maka perjalanan HMI Komisariat Janabadra akan kembali dimulai. Artinya perjuangan harus tetap lanjut, tidak mengenal dengan batas, karena proses inilah yang mengantarkan kita pada titik kedewasaan.

Ketua umum Raiza Rana Viola Riady menyampaikan beberapa poin dan catatan dalam kata sambutannya, bahwa banyak atau tidaknya pengurus bukan sebagai jaminan organisasi tersebut akan berjalan sesuai rule organisasi dan tetap kokoh. Namun, hasil dari kepengurusan itulah yang akan menjadi tolak ukur dari semua itu.

"Kita sebagai kaum intelegensia harus tetap menjaga nalar kritis, tidak boleh menjadi mahasiswa yang hanya mengadu nasib dan pasrah terhadap kebijakan yang dibuat oleh birokrasi pemerintahan. Sudah saatnya kita menjadi kaum yang mengawal kebijakan tersebut, tidak hanya sibuk dengan perkuliahan maupun forum pengkaderan namun juga proaktif terhadap isu-isu yang hadir di sekeliling kita,” terang Ejak sapaan akrabnya.

Sejatinya, bahwa kita semua adalah mahasiswa yang nantinya akan menjadi generasi pelurus bukan penerus, meluruskan apa yang menyimpang bukan meneruskan hal tersebut,” imbuhnya.

Mahasiswa Fakultas Hukun Universitas Janabadra ini juga mempertegas bahwa pengetahuan itu menjadi acuan dasar dalam berkata maupun bertindak, bagaimana seorang mahasiswa yang tidak dibekali dengan kemampuan pengetahuan untuk melakukan sebuah rencana yang besar, maka sejatinya kader HMI harus sering membaca dan berdiskusi.

Hari ini kita selalu bangga dengan sejarah angkatan 66 maupun 98. Ternyata, kita semua terjebak pada sejarah besar itu, ternyata sejarah itu bukan membuat kita sadar namun membuat kita semakin apatis dan pragmatis,” pungkas Ejak.

“Kejadian di akhir-akhir ini menimbulkan pertanyaan dari kalangan masyarakat umum, saat ini mahasiswa sedang berada dimana, kenapa tidak lagi berani menyuarakan suara kebenaran. Sadar atau tidaknya kita saat ini, HMI sudah jarang muncul di permukaan. Seharusnya HMI menjadi garda terdepan dalam melakukan pembacaan, bukan sibuk dalam urusan internal,” tambah Ejak.

Ketua Bidang PSDM IKPM Sumsel Yogyakarta ini menyampaikan bahwa HMI tidak besar begitu saja, pastinya melalui proses dan dinamika yang panjang, kita sebagai kader HMI sepatutnya tetap menjaga nama itu besar dengan kegiatan-kegiatan yang bersubtansi.

“Bukan hanya sekedar memunculkan eksistensi, HMI itu tidak lagi membutuhkan eksistensi, karena nama yang besar seharusnya kita kembali ke jalur yang benar yaitu menjadi kaum progresif revolusioner membawa angin segar bagi masyarakat dan umat secara keseluruhan. Tetap memberikan sumbangsi pemikiran serta perencanaan yang mengedepankan kepentingan umat, bangsa dan Negara,” tandas Ejak. (Ejk)
Latest
Next Post

post written by:

0 komentar: