Minggu, 30 Desember 2018

Mengusung Visi Civilized Organisation: Afraval Terpilih Sebagai Formateur HMI Cabang Yogyakarta periode 2018-2019

Foto: Doc. Net

SINERGIANEWS.COM - Yogyakarta, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta menggelar Konferensi Cabang (KONFERCAB) LXI. Agenda tersebut berakhir pada hari Rabu pagi (16/12). Konfercab kali ini berjalan dengan dinamika sengit, terlebih di dalamnya ada perlehetan demokrasi yaitu pemilihan Ketua Umum baru.

Dengan mengangkat tema besar “Revitalisasi  Gerakan HMI dalam Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0,” agenda tersebut kerap adu ide dan gagasan sehingga konfercab yang  LXI inipun berjalan cukup lama.

“Kami mengangkat tema tersebut, karena kami sadar perkembangan teknologi sangat pesat, kami ingin HMI Cabang Yogyakarta tidak ketinggalan kereta, tidak gaptek,  dan harus bersikap lebih bijak di era revolusi industri 4.0 ini, terlebih sekarang dampaknya menjalar ke semua lini kehidupan manusia,” ujar Elfi Suharni, Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta periode 2017-2018.

Konfercab tersebut berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan Lafran Pane Kantor HMI Cabang Yogyakarta, Umbulharjo, Yogyakarta. Dalam pemilihan formateur, ada dua orang yang maju sebagai bakal calon yaitu saudara Afraval Saipedra dan Indra Sanjaya.

Bakal calon tersebut sama-sama memiliki pendukung  yang banyak, akan tetapi saudara Indra sanjaya tidak berkenan untuk melanjut ke tahap berikutnya dikarenakan beberapa hal. Maka secara aklamasi saudara Afraval Saipedra terpilih sebagai formateur HMI Cabang Yogyakarta periode 2018-2019.

Dalam masa pemaparan visi-misi, Afraval menyampaikan visi dan misinya yaitu HMI Cabang Yogyakarta menuju Civilized Organisation  dan misinya antara lain memajukan perkaderan di HMI Cabang Yogyakarta, mengintegrasikan seluruh unsur di lingkup HMI Cabang Yogyakarta, serta meningkatkan profesionalitas kader.

Selanjutnya sesi dialog dengan peserta sidang, yang dalam forum terakhir tersebut telah diikuti oleh 50%+1 peserta penuh delegasi komisariat.

Reporter: Adhitya Walenna
Editor: Nur Muhammad

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: