Selasa, 18 Desember 2018

Antara Realita dan Politik: Pimpinan Komisariat Angkat Bicara

Kantor HMI Cabang Yogyakarta disegel (Foto: Sinergia)
SINERGIANEWS.COM - Yogyakarta, Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Yogyakarta periode 2017-2018 dalam penyelenggaraannya yang di mulai pada 16- November 2018 kemarin telah menuai banyak pertanyaan atas segala kejanggalan yang terjadi pada pelaksanaannya. Sebagai cabang yang bersejarah, sudah seharusnya mampu menjaga integritas perkaderan, dan memberikan contoh yang ideal dalam pengelolaan organisasi.

Pertanyaan ini datang dari sejumlah kader Himpunan, terkhusus para Pimpinan Komisariat di lingkup HMI Cabang Yogyakarta. Pasalnya, para personalia Pengurus HMI Cabang Yogyakarta di anggap tidak konsisten dalam melaksanakan Konfercab yang ke-61. Mengakibatkan hajat besar ini terombang-ambing tanpa kejelasan yang pasti.

Kemacetan Konfercab disebabkan sikap pengurus cabang yang seolah melepaskan tanggung jawabnya sebagai penyelenggara, hal ini terlihat jelas, dalam beberapa kali agenda sidang yang tak kunjung berlangsung, di karenakan ketidakhadiran pengurus cabang dan steering committee (SC) tanpa konfirmasi kepada para pimpinan komisariat yang tengah menunggu berlangsungnya forum Konfercab.

Dari sikap ini jelas bahwa pengurus cabang tidak sama sekali menghargai suara para pimpinan komisariat, pasalnya dalam beberapa agenda sidang telah ditemui point-point yang disahkan berdasarkan  kesepakatan yang di buat oleh para pimpinan komisariat, diantaranya adalah meminta kehadiran Ketua Umum dan para personalia pengurus HMI Cabang Yogyakarta, kemudian meminta kehadiran Bidang PAO untuk  menyelesaikan permasalahan status komisariat, namun hal tersebut sama sekali tidak diindahkan oleh para pengurus cabang.

Puncaknya pada agenda sidang yang berlangsung tanggal 4 Desember 2018, kesepakatan terkait menghadirkan Ketua Umum dan pengurus Bidang PAO ini kemudian dipertegas oleh para pimpinan komisariat dengan sejumlah tuntutan yang disepakati bersama dalam forum Konfercab. Diantaranya yakni:

1) Menyelesaikan permasalahan tentang status komisariat yang harus diselesaikan sesegera mungkin oleh bidang PAO; 2) Ketika PAO dan Ketua Umum masih belum hadir maka pimpinan komisarat bersepakat melakukan tindakan represif memboikot Konfercab HMI Cabang Yogyakarta; 3) Jika hal tersebut masih tidak ditindaklanjuti maka, pimpinan komisariat bersepakat untuk melakukan mosi ketidakpercayaan terhadap kepengurusan HMI Cabang Yogyakarta periode 2017-2018.

Dari sekian permasalahan yang terjadi, jelas bahwa  pengurus HMI Cabang Yogyakarta telah gagal dalam menjalankan amanah dan proses perkaderan di lingkup HMI Cabang Yogyakarta. Dan sudah tidak layak melanjutkan kepengurusan cabang. Serta, wajib melakukan evaluasi ektra untuk mengembalikan citra perkaderan di lingkup HMI Cabang Yogyakatra. 

TTD,
Pimpinan Komisariat

Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: