Selasa, 24 Juli 2018

PB HMI Tuntut Kapolri Selesaikan Kasus Penganiayaan Kader HMI Cabang Dompu

Imam Taufiq (Ketua Bidang Hukum dan HAM PB HMI 2018-2020) saat memberikan sambutan dalam agenda HMI (Foto: Dok. Istimewa)


SINERGIANEWS.COM, JakartaPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sangat prihatin dengan tindakan represif dan penganiayaan terhadap kader HMI di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kejadian ini diawali dari pemukulan secara bertubi-tubi oleh oknum-oknum polisi kepada salah seorang kader HMI yang mengalami kecelakaan tunggal. Seketika itu oknum polisi menyuruh segera pulang mengendarai motornya dengan keadaan luka parah. Namun kader tersebut tidak mengiyakan.

Pasca kejadian itu, Pengurus HMI Cabang Dompu melaporkan kejadian yang menimpa salah satu kadernya, namun tidak ada respon dengan baik oleh pihak Kepolisian Polres Dompu.

Senin (23/7/2018) seluruh anggota HMI Cabang Dompu melakukan aksi di depan Mapolres. Aksi itu dilakukan untuk meminta respon dari aparat atas tindakan yang menimpa salah seorang kader HMI Cabang Dompu. Namun aparat kepolisian memperlihatkan kebengisannya dengan menghalangi dan memukuli kader-kader HMI Cabang Dompu.

Ketua Bidang Hukum dan HAM PB HMI Imam Taufiq tidak menutupi kekecewaan atas tindakan represif yang dilakukan oleh oknum-oknum polisi terhadap kader HMI.

“Saya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum kepolisian terhadap kader HMI yang ingin menyampaikan aspirasinya,” kata Imam Taufiq kepada sinergianews.com, Selasa (24/7/2018).

Imam juga menjelaskan bahwa aparat kepolisian telah melanggar pernyataan yang disampaikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian pada perayaan HUT ke-72 Bhayangkara Polri di Istora Senayan Rabu (10/7/2018). Yaitu tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Polri dengan konsep Promoter (profesional, modern dan terpercaya) yang menjadikan spirit hingga tahun 2025.

“Saya secara kelembagaan menuntut kepada Kapolda NTB dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan tindakan proses hukum kepada oknum-oknum kepolisan, yang diduga keras terlibat dalam kebengisan yang diterima oleh kader HMI Cabang Dompu. Serta Mereposisi Kapolres Dompu yang dianggap telah lalai menjaga wibawa kepolisian,” pungkas Imam saat diminta keterangan.

Imam berharap aparat kepolisian meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, mahasiswa; khususnya kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) atas kebengisan yang telah dilakukan. (Sgt)


Reporter: Faiz Rifqy AK
Redaktur Online: Qodri Syahnaidi
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: